Bucin parah di awal jadian kadang bikin kita buta dan gagal paham kalau si dia sebenarnya bukan jodoh yang tepat. Yuk, cek faktanya di freemeet!
Jatuh cinta di fase awal hubungan memang sering bikin kita mabuk kepayang. Rasanya semua serba indah dan nyaman, sampai-sampai kita lupa mencium aroma tanda bahaya bahwa si dia sebenarnya bukan 'the one' buat kita.
Merasa Selalu Kurang di Matanya
Namanya juga pacaran, jujur satu sama lain itu wajib walau kadang pahit. Justru dari situlah hubungan bisa naik kelas. Contohnya, kalau pasangan blak-blakan negur sifat cemburuanmu yang berlebihan, itu sinyal positif. Artinya, diajak ngobrol serius supaya kalian bisa tumbuh bareng.
Tapi kalau yang terjadi justru sebaliknya—kamu merasa diinjak-injak atau nggak pernah bener di matanya—fix, dia bukan jodohmu. Nggak usah repot-repot mengubah jati diri cuma demi senengin dia. Pasangan yang pas bakal Nerima kamu apa adanya, tanpa perlu kamu capek-capek pasang cap sok hebat.
Ribut Jadi Makanan Sehari-hari
Beda pendapat dalam asmara itu bumbu, wajar banget buat melatih kompromi. Bedanya, kalau tiap ada masalah kecil langsung meledak jadi perang besar, itu lampu merah. Bisa jadi kalian sebenarnya sama-sama tersiksa. Berantem itu sah-sah saja, asalkan kalian masih bisa pakai komunikasi buat nyari jalan keluar.
Nah, kalau apa pun yang kalian lakuin selalu berujung cekcok, lama-lama hubungan bakal busuk dari dalam. Jangan-jangan, selama ini kamu memang lagi buang-buang waktu sama orang yang salah.
Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
Capek nggak sih, kalau tiap hari cuma mikirin gimana caranya bikin dia senang, sementara kamu sendiri nggak pernah dapet timbal baliknya? Kalau rasanya kamu berjuang sendirian buat nyenengin dia, stop sekarang juga! Egois namanya kalau dia cuma mementingkan diri sendiri. Hubungan asmara itu jalan dua arah; supaya bisa langgeng, kalian berdua harus sama-sama merasa dihargai.
Saatnya Ambil Keputusan
Tiga hal di atas cuma segelintir red flag utama yang wajib kamu waspadai. Kalau kamu ngalamin salah satu atau bahkan semuanya, mungkin ini saatnya berani ngambil sikap untuk putus. Buat apa diterusin kalau akarnya sudah rapuh?
Ingat, kebahagiaanmu ada di tanganmu sendiri. Jauh lebih baik menjalani hubungan yang sehat ketimbang tiap hari cuma meratapi nasib sambil nebak-nebak kenapa hubungan kalian jalan di tempat.