Kehidupan Pasangan

5 Alasan Utama Kenapa Hubungan Bisa Kandas

3 menit baca freemeet
5 Alasan Utama Kenapa Hubungan Bisa Kandas

Penyebab putus cinta biasanya itu-itu saja. Yuk, kenali 5 alasan utamanya biar kalian bisa saling mengerti dan terhindar dari petaka asmara!

Penyebab kandasnya sebuah hubungan biasanya itu-itu saja. Tim freemeet sudah merangkum 5 masalah utamanya supaya Anda bisa lebih peka dan paham menghadapinya.

Gampang Naik Pitam

Coba bayangkan kalau si dia nyeletuk sesuatu yang bikin darah tinggi dan emosi langsung meledak-ledak. Di titik ini, Anda dihadapkan pada dua pilihan: ikuti emosi sesaat (yang siap-siap berujung si dia angkat kaki), atau coba tenangkan diri dan pikirkan kenapa dia sampai ngomong begitu.

Pepatah "pikir dulu sebelum ngomong" itu ada alasannya. Kalau asal ngegas, omongan yang keluar sering kali enggak sesuai isi hati, berujung penyesalan, dan pastinya memicu perpisahan.

Sebaliknya, kalau Anda meluangkan waktu buat instropeksi, Anda justru lagi belajar mengenali diri sendiri—yang notabene adalah kunci utama langgengnya sebuah hubungan.

Terjebak Zona Nyaman (Rutinitas)

Namanya juga pacaran lama, biasanya kita bakal masuk ke fase yang namanya rutinitas harian.

Sebenarnya enggak ada yang salah, asalkan kita enggak kolot dan anti-perubahan. Coba dipikir lagi: kalau tiap Sabtu malam tujuannya selalu ke tempat makan yang sama, pesan menu yang itu-itu terus, ketemu circle yang sama, atau tiap pulang kerja langsung rebahan di sofa sambil nonton TV berjam-jam, lama-lama hubungan kalian bakal mati perlahan.

Begitu Anda atau pasangan mulai malas peduli dengan dinamika hubungan, itu tanda nyata kalau bara asmara mulai padam.

Mulai sekarang, paksa diri keluar dari zona nyaman di luar kamar, supaya kehidupan di dalam kamar tidur kalian makin membara dan seru.

Rasa Cemburu yang Berlebihan

Banyak banget jalinan cinta yang kandas gara-gara cemburu buta. Jujur deh, siapa sih yang seumur-umur enggak pernah curiga sama pasangan?

Sayangnya, rasa cemburu ini paling susah dienyahkan karena biasanya ia muncul sebagai alarm bahwa fondasi hubungan kalian mulai retak.

Kalau kepercayaan sama pasangan sudah luntur, jalan keluarnya bakal terjal banget. Kuncinya cuma satu: ajak ngobrol dari hati ke hati secepatnya, atau siap-siap saja menghadapi kata putus.

Terlalu Mengekang (Kurang Ruang Pribadi)

Pasangan yang nempel terus kayak perangko biasanya punya umur hubungan yang pendek. Punya ruang pribadi masing-masing itu hukumnya wajib dalam menjalin asmara.

Tanpa sadar, kita sering banget bersikap terlalu posesif di mata pasangan saking ingin tahu segala hal.

Masing-masing dari kalian berhak punya porsi ruang sendiri, kalau tidak, hubungan kalian tinggal menunggu waktu menuju perpisahan.

Punya privasi sendiri-sendiri justru bagus, lho. Biar nanti pas ketemu lagi, ada banyak bahan obrolan seru yang otomatis bikin kalian terhindar dari rasa bosan.

Kurangnya Keintiman dan Kasih Sayang

Biasanya, pudarnya rasa sayang dalam hubungan itu adalah akumulasi dari berbagai masalah yang sudah dibahas di atas.

Kendati demikian, urusan ranjang yang hambar dan minimnya sentuhan fisik kadang juga bersumber dari diri sendiri—biasanya karena overthinking negatif yang bikin kita jadi tertutup secara seksual.

Contohnya, Anda mungkin merasa bersalah karena gairah sedang turun. Tapi asalkan Anda dan pasangan terbiasa ngobrol blak-blakan tanpa jaim, masalah pelik ini pasti bisa diatasi sekaligus mempererat chemistry kalian berdua.

Singkat kata, makin lancar komunikasi kalian, makin harmonis juga urusan ranjang kalian. Menarik, kan?

Bagikan artikel ini

Apakah kamu menyukai artikel ini?